Depresi Pasca Melahirkan
Depresi pasca melahirkan (postpartum depression) bukanlah sesuatu hal yang sepele. Selain sang ibu, depresi ini juga ternyata sanggup membahayakan sang buah hati. Kemunculan depresi ini bahwasanya tidak sanggup diperkirakan sehingga sanggup terjadi kapan saja, sanggup pribadi terjadi atau beberapa waktu pasca melahirkan.
Tanda-Tanda
Penyebab
Pencegahan
Berikut ini yaitu pencegahan yang sanggup kita lakukan supaya depresi pasca melahirkan tidak terjadi.
Tanda-Tanda
- Cemas tanpa sebab.
- Tidak mau mengasuh anak atau tidak mau menyerahkan anaknya kepada orang lain.
- Sensitif dan gampang tersinggung.
- Menjadi amat pendiam dan pemurung.
Penyebab
- Kadar tembaga dalam darah lebih tinggi daripada perempuan melahirkan pada umumnya.
- Memiliki riwayat pribadi atau ada anggota keluarga yang pernah mengalami depresi.
- Pernah mengalami depresi pasca melahirkan pada kelahiran sebelumnya.
- Mengalami sakit yang parah dikala menstruasi.
- Ketika mengonsumsi pil kontrasepsi, ada perubahan mood yang negatif pada respons badan dan mental.
- Merasa amat terisolasi.
- Tidak mendapat dukungan dari pasangan.
- Pernah mempunyai riwayat stress berat emosional.
- Kekhawatiran terhadap perubahan bentuk badan yang menciptakan tubuhnya mungkin tidak seindah dikala sebelum hamil.
Pencegahan
Berikut ini yaitu pencegahan yang sanggup kita lakukan supaya depresi pasca melahirkan tidak terjadi.
- Menetapkan perjanjian waktu antara suami dan istri untuk menjaga bayi secara rutin. Hal ini dilakukan supaya keduanya sama-sama terlibat dalam pengasuhan bayi dan juga memastikan keduanya mendapat cukup istirahat.
- Memastikan ibu dalam keadaan sehat.
- Menjaga asupan makan dan menyediakan masakan yang sehat untuk dikonsumsi sang ibu.
- Berolahraga bila memungkinkan. Berolahraga ini juga sanggup digantikan dengan kegiatan fisik lainnya, menyerupai menggendong bayi sambil berjalan-jalan di taman atau di sekeliling rumah.
- Keluarga harus mendukung ibu dalam banyak hal, dikala sang ibu membutuhkan bantuan, ada orang yang siap siaga untuk membantu, sehingga ibu tidak merasa sendirian.
- Banyak mengonsumsi masakan yang mengandung vitamin B6 menyerupai brokoli, pisang, dan buah-buahan lainnya.
Komentar
Posting Komentar