Bulimia Nervosa
Bulimia nervosa ialah jenis gangguan makan yang hampir serupa dengan anoreksia nervosa. Perbedaan antara anoreksia dan bulimia ialah kalau pengidap anoreksia, penderita berusaha keras untuk menahan rasa lapar dan berupaya sekeras mungkin tidak makan dalam jumlah yang besar, dapat tahan ‘hidup’ hanya dengan makan 2-3 sendok nasi per hari, tidak demikian halnya dengan penderita bulimia.
Penderita bulimia mempertahankan bentuk tubuhnya selangsing mungkin dengan cara makan berlebihan untuk memuaskan keinginan, tetapi selanjutnya dimuntahkan kembali sehingga kuliner yang tersisa dalam sistem pencernaan hanya sedikit.
Dengan demikian, mereka terhindar dari gemuk dan tetap menjadi langsing tanpa perlu menahan cita-cita untuk makan.
Tanda-Tanda
Penyebab
Penderita bulimia mempertahankan bentuk tubuhnya selangsing mungkin dengan cara makan berlebihan untuk memuaskan keinginan, tetapi selanjutnya dimuntahkan kembali sehingga kuliner yang tersisa dalam sistem pencernaan hanya sedikit.
Dengan demikian, mereka terhindar dari gemuk dan tetap menjadi langsing tanpa perlu menahan cita-cita untuk makan.
Tanda-Tanda
- Umumnya sulit diketahui secara penampakan fisik lantaran mereka sama sekali tidak terlihat ibarat orang yang terkena gangguan makan. Tubuh mereka langsing ideal.
- Jika dilihat secara anatomi fisiologi, tenggorokan mereka umumnya mengalami perbedaan struktur lantaran terlalu sering terpapar kuliner yang mereka muntahkan.
- Mengalami gangguan gigi lantaran terlalu sering memuntahkan makanan.
- Jika seseorang banyak mengonsumsi cairan atau obat pencahar secara berlebihan.
- Makan berlebihan, tetapi tetap langsing.
- Setelah makan, tidak usang kemudian pribadi pergi ke kamar mandi untuk memuntahkan semua kuliner yang gres saja dikonsumsinya.
- Merasa bersalah kalau makan berlebihan.
- Terlalu sering menimbang berat badan.
Penyebab
- Body image, ibarat halnya penderita anoreksia nervosa. (Lihat pembahasan penyakit anoreksia nervosa).
- Faktor niscaya lainnya belum diketahui, tetapi dapat dikaitkan dengan adanya problem keluarga, kepribadian yang perfeksionis, atau terlalu mementingkan penampilan.
- Depresi.
- Pengaruh kelompok sebaya (per group).
- Bulimia nervosa merupakan penyakit yang disebabkan oleh persepsi. Oleh lantaran itu, pencegahan yang seharusnya dilakukan ialah menanamkan kepercayaan bahwa kurus bukanlah segala-galanya.
- Jika kita mengetahui ada sahabat atau kerabat yang menderita bulimia nervosa, maka harus segera memperlihatkan sumbangan dengan membawa mereka berobat ke psikolog, dokter, atau mahir gizi.
- Keluarga dan teman-teman merupakan komponen penting untuk membentuk persepsi bahwa body image yang ideal tidak selalu berarti kurus atau langsing.
- Menanamkan kesadaran bahwa kurus atau langsing tidak selalu berarti sehat dan gemuk bermakna buruk.
Komentar
Posting Komentar