Bau Ketiak/Bau Badan

Tubuh kita menghasilkan keringat yang dihasilkan oleh dua kelenjar, yaitu kelenjar akrin dan kelenjar apokrin. Kelenjar akrin ini memproduksi keringat bening dan tidak berbau yang dikeluarkan oleh tubuh kita semenjak bayi.

Keringat ini muncul pada tubuh kita, ibarat pada kening, tangan, punggung, dan hidung. Adapun kelenjar apokrin menghasilkan keringat di tempat-tempat tertentu, terutama di kawasan perakaran rambut ibarat di ketiak, kemaluan, dan potongan dalam hidung.

Kelenjar akrin menghasilkan keringat yang tidak berbau dan kandungan airnya lebih banyak. Fungsinya untuk menurunkan suhu tubuh pada kondisi tertentu.


Berbeda dengan kelenjar akrin, kelenjar apokrin lebih banyak menghasilkan keringat yang mengandung asam lemak jenuh dengan cairan lebih kental dan berminyak. Jika keringat yang dikeluarkan oleh kelenjar apokrin ini dihinggapi bakteri, sanggup mengakibatkan bacin ketiak/bau tubuh pada manusia.

Tanda-Tanda

Keringat berbau asam, baik bacin tersebut muncul dari tubuh atau ketiaknya.


Penyebab
  1. Reaksi antara keringat yang dihasilkan oleh kelenjar apokrin dan bakteri. Orang dengan kelenjar apokrin yang lebih besar, akan memproduksi keringat dalam jumlah yang lebih banyak sehingga proses pembusukan yang terjadi pun lebih banyak. Akhirnya, terciumlah bacin tak sedap dari tubuh kita.
  2. Pengaruh faktor genetik, tetapi sanggup diatasi dengan selalu menjaga kebersihan tubuh dan pakaian.
  3. Rambut ketiak dan rambut pubis (rambut kemaluan) juga sanggup menjadi penyebab bacin badan. Secara medis fungsi rambut ketiak dan rambut pubis yaitu untuk memperluas permukaan dalam pengaturan penguapan keringat.
  4. Stres juga sanggup mengaktifkan produksi keringat dari kelenjar apokrin.
  5. Kegemukan. Pada orang gemuk, keringat cenderung terperangkap pada lipatan-lipatan kulitnya.
  6. Sering mengonsumsi kuliner yang kaya akan protein, ibarat daging dan makanan-makanan lain yang berbau tajam.

Pencegahan

Berikut ini yaitu tindakan yang sanggup dilakukan untuk mencegah terjadinya bacin badan/bau ketiak yang menciptakan kita dan orang lain merasa tidak nyaman dengannya.
  1. Selalu menjaga kebersihan tubuh dengan mandi dan mengeringkan tubuh dengan baik minimal dua kali sehari.
  2. Menggunakan pakaian yang menyerap keringat sehingga keringat tidak tertinggal di lapisan kulit dan menjadi media yang baik untuk pertumbuhan jamur dan bakteri.
  3. Mengganti pakaian dalam secara teratur, minimal dua kali sehari dan lebih sering lagi jikalau banyak berkeringat.
  4. Menggunakan deodoran.
  5. Selalu membersihkan ketiak dengan sabun antiseptik setiap kali mandi.
  6. Selalu mengeringkan ketiak dengan handuk, tisu, atau lap kering kemudian membubuhkan bedak antiseptik.
  7. Banyak mengonsumsi buah, sayur, dan air putih sehingga mengakibatkan keringat lebih encer (terutama pada daerah-daerah tertentu) dan bacin tubuh pun berkurang.
  8. Menghindari kuliner yang berbau tajam, ibarat jengkol, petai, duren, dll. Jika harus tetap mengonsumsinya, imbangi dengan banyak meminum air putih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah Ibu Hamil Naik Pesawat Sanggup Menyebabkan Keguguran ?