Alzheimer
Alzheimer ialah jenis penyakit yang menciptakan daya kerja otak insan menurun, hingga pada suatu tingkattertentu akan menciptakan seseorang kehilangan kemampuan untuk berpikir dengan jernih dan mengendalikan apa pun yang hendak diperbuatnya.
Alzheimer biasa terjadi pada orang-orang lansia. Alzheimer merupakan penyakit yang menimbulkan penderitanya mengalami kepikunan. Ada aneka macam hal yangmenyebabkan terjadinya kepikunan ini, tetapi masih belum diungkapkan secara terang penyebab terjadinya Alzheimer atau demensia pada orang renta ini.
Tanda-Tanda
Penyebab
Pencegahan
Alzheimer biasa terjadi pada orang-orang lansia. Alzheimer merupakan penyakit yang menimbulkan penderitanya mengalami kepikunan. Ada aneka macam hal yangmenyebabkan terjadinya kepikunan ini, tetapi masih belum diungkapkan secara terang penyebab terjadinya Alzheimer atau demensia pada orang renta ini.
Tanda-Tanda
- Kehilangan memori atau cepat lupa.
- Hilangnya kemampuan berkomunikasi.
- Kehilangan kemampuan atau kapabilitas fisiknya.
Penyebab
- Tingginya kadar alumunium dalam jaringan otak.
- Tingginya kadar tembaga, zat besi, dan seng dalam jaringan otak. Unsur-unsur logam tersebut diasumsikan sebagai katalisator (zat pemercepat reaksi) yang mempercepat terjadinya penyakit ini alasannya ialah meningkatkan stres oksidatif pada sel.
- Adanya penumpukan sampah metabolisme, berupa radikal bebas yang dihasilkan sel otak pada sel otak itu sendiri, sanggup mengganggu produksi energi sehingga produksinya menurun. Selain itu, radikal bebas yang dihasilkan oleh sel juga sanggup menyerang saraf sehingga menciptakan kemampuan komunikasi sel menjadi berkurang. Pada otak yang rentan, pukulan radikal bebas sanggup menghancurkan saraf dan berujung pada kepikunan.
- Ada satu hipotesis yang menyatakan kepikunan mempunyai keterkaitan baik secara pribadi ataupun tidak dengan hiperhomosisteinemia pada lansia. Hiperhomosfsteinemia ialah kadar homosistein yang berlebih dalam darah. Hiperhomosisteinemia ini berkaitan dengan rendahnya konsentrasi asam folat, vitamin B12, dan vitamin B6.
- Sebagaimana diketahui bahwa karbohidrat, protein, dan lemak merupakan komponen gizi yang berperan sebagai masakan otak. Akan tetapi, optimalisasi kiprahnya perlu ditunjangdengan vitamin dan mineral yang berfungsi untuk mengoptimalkan metabolisme komponen gizi tersebut. Sementara kita juga memahami bahwa proses penuaan juga berkaitan dengan menurunnya kemampuan daya cerna.
- Kurang berolahraga dan melatih otak.
Pencegahan
- Banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan yang kaya antioksidan.
- Teratur berolahraga.
- Banyak melatih otak dengan cara membaca, berpikir, atau acara otak lainnya.
- Bersosialisasi dengan cara membentuk atau bergabung dengan suatu kelompok.
- Banyak mengonsumsi ikan yang mengandung omega 3 dan omega 6.
- Menghindari lemak yang jahat, lemak jenuh, atau masakan cepat saji yang tinggi lemak dan natrium.
- Menjaga keseimbangan berat badan.
Komentar
Posting Komentar