Hipertensi

Hipertensi biasa dikenal juga sebagai penyakit darah tinggi atau tekanan darah tinggi. Penyakit ini merupakan pembunuh pelan-pelan (silent killer) yang sanggup mengantarkan penderitanya menderita penyakit lain yang lebih berbahaya ibarat stroke atau aterosklerosis.

Oleh sebab itu, tekanan darah harus diukur secara rutin biar sanggup mengetahui apakah kita mempunyai tekanan darah yang tinggi atau rendah.

Dalam pengukuran tekanan darah ada dua hal yang menjadi parameter penting, tekanan sistole dan tekanan diastole. Tekanan sistole ini merupakan tekanan darah jantung saat berkontraksi dan diastole merupakan tekanan jantung saat beliau berelaksasi.


Angka tekanan darah yang normal ada pada kisaran 120 (sistole)/8o (diastole) hingga 140/90. Jika nilai tekanan darahnya berada di atas nilai tertinggi 140/90, maka harus berhati-hati sebab kita sudah mengalami tekanan darah tinggi apalagi jikalau hal tersebut terjadi selama enam bulan berturut-turut.

Tanda-Tanda
  1. Memiliki tekanan darah lebih dari 140/90.
  2. Kepala terasa panas dan pusing.
  3. Emosi meningkat.
  4. Merasa lelah dan sesak napas.
  5. Terkadang jikalau tekanan darah terlalu tinggi maka penderita sanggup pingsan.

Penyebab
  1. Mengalami kelebihan berat tubuh (overweight) atau obesitas.
  2. Banyak mengonsumsi makanan yang mengandung kadar garam/natrium tinggi.
  3. Usia. Semakin bertambah usia, maka risiko untuk mengalami hipertensi semakin tinggi.
  4. Faktor keturunan. Keluarga yang mempunyai riwayat darah tinggi, anggota keluarga pun mempunyai kecenderungan yang lebih tinggi untuk mengalami hipertensi daripada anggota keluarga yang tidak mempunyai riwayat hipertensi.
  5. Resistensi insulin (sensitivitas insulin menurun), aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah) juga turut berperan menimbulkan tingginya tekanan darah.
  6. Stres.
  7. Kurang beraktivitas fisik atau olahraga.

Pencegahan
  1. Membatasi konsumsi garam dan makanan olahan yang kaya akan natrium.
  2. Menjaga kestabilan berat badan.
  3. Sering melaksanakan kegiatan fisik atau berolahraga.
  4. Menghindari konsumsi alkohol dan merokok.
  5. Banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan yang kaya kalium untuk mengimbangi natrium dalam tubuh. Hal tersebut sanggup menstabilkan tekanan darah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah Ibu Hamil Naik Pesawat Sanggup Menyebabkan Keguguran ?