Endometriosis

Endometriosis merupakan suatu keadaanjaringanyangnormalnyaberada di dinding uterus (endometrium) justru tumbuh di lokasi lain dan menimbulkan rasa sakit, perdarahan yang tidak teratur, dan kemungkinan juga sanggup menimbulkan terjadinya infertilitas (mandul).

Pertumbuhan jaringan tersebut biasanya terjadi pada kawasan pelvis, di luar uterus, dalam ovarium, usus, rektum, empedu, dan jaringan pembatas halus di pelvis. Namun, jaringan tersebut juga sanggup tumbuh di kawasan badan yang lain.

Tanda-Tanda
  1. Menstruasi disertai rasa sakit yang semakin dengan meningkat.
  2. Kram di belahan pelvis atau rasa sakit di perut belahan bawah yang dirasakan seminggu atau dua ahad sebelum menstruasi.
  3. Merasa sakit di perut belahan bawah selama menstruasi (rasa sakit dan kram rutin dirasakan setiap bulan, bahkan setiap bulan semakin parah).
  4. Merasa sakit ketika melaksanakan hubungan intim.
  5. Terdapat bercak kecokelatan sebelum menstruasi tiba.
  6. Penderita kemungkinan akan mengalami infertilitas (mandul).



Penyebab

Penyebab utama terjadinya endometriosis masih belum diketahui sampai ketika ini, tetapi berikut ini yaitu beberapa faktor risiko yang menimbulkan seorang perempuan rentan mengalami endometriosis.
  1. Faktor keturunan. Jika mempunyai ibu atau anggota keluarga lain yang mengalami endometriosis, maka akan berisiko enam kali lebih tinggi untuk mengalami endometriosis daripada mereka yang tidak mempunyai riwayat keluarga yang terkena endometriosis.
  2. Menstruasi pertama kali terjadi pada usia yang masih sangat muda.
  3. Menstruasi yang tidak teratur.
  4. Periode siklus menstruasi yang lama.
  5. Kegagalan sistem imun yang menimbulkan jaringan menstruasi menjadi implant dan tumbuh di tempat lain selain dinding uterus.
  6. Dinding sel di rongga abdominal sanggup secara impulsif menjelma endometriosis.
  7. Setiap bulan ovarium memproduksi hormon yang menstimulasi perkembangan dan penebalan dinding uterus. Jika sel endometrial tumbuh di luar uterus atau di tempat lain, maka hal itu akan menjadi dilema alasannya yaitu sel tersebut juga turut merespons stimulasi hormon bulanan tersebut. Mereka turut meluruh bersama dinding uterus ketika siklus menstruasi tiba, tetapi mereka tumbuh lagi bersama dengan penebalan dinding uterus, demikian siklus tersebut berulang terus-menerus.

Pencegahan

Belum ada cara pencegahan yang terbukti sanggup mencegah terjadinya endometriosis. Wanita dengan riwayat endometriosis yang turun-temurun, dianjurkan untuk mengonsumsi pi! kontrasepsi sebagai pengobatan untuk mencegah atau memperlambat perkembangan penyakit ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apakah Ibu Hamil Naik Pesawat Sanggup Menyebabkan Keguguran ?